Silakan Berikan Donasi Anda disini ! Sumbangan Anda sangat Membantu Untuk Pengembangan Website Ini. Terima Kasih! .

Tipu Muslihat Hasil Ujian Nasional

Posted by

IKASMEDIA | UJIAN nasional (UN) untuk para siswa-siswi SMA/SMK sudah usai. Hasilnya telah diumumkan. Hampir semua sekolah di NTT menuai hasil yang menggembirakan. Seratus persen. Berbeda dengan hasil UN tahun sebelumnya. Semua siswa bergembira ria, tak ada yang menangis.

Mulai tahun ini, hasil ujian nasional tidak lagi menjadi syarat kelulusan seorang siswa. Dengan kata lain, kelulusan siswa tidak ditentukan oleh satu-satunya hasil UN tetapi nilai rapor semester 3,4 dan 5 dan nilai ujian sekolah untuk semua mata pelajaran. Artinya, sekolah diberi kuasa besar untuk menentukan kelulusan siswanya. Sebuah kebijakan yang menggembirakan. Hal ini memberi makna tersendiri bagi siswa dan sekolah.


Meski tidak lagi menjadi penentu kelulusan, ujian nasional sangat penting bagi siswa dan sekolah. Pasalnya, nilai hasil ujian nasional juga akan menentukan diterima atau tidak diterima di perguruan tinggi. Pada tataran ini ada sekolah yang bertindak nekat demi menjaga nama sekolah dan mematrikan sekolah sebagai lembaga yang bermutu. Dengan demikian sekolah itu menjadi incaran para siswa baru.

Tindakan nekat itu dengan mengatrol nilai siswa agar semuanya lulus seratus persen, lalu disambut dengan sorak-sorai, gegap gempita sebagai sekolah yang berprestasi dan berkualitas. Mereka merayakannya tanpa merasa bersalah, tanpa beban, tanpa dosa. Padahal di balik itu ada tipu muslihat, meluluskan siswa dengan cara tipu-menipu. Ya, demi martabat sekolah, semua cara dilakukan. Yang penting mematrikan sekolah telah meluluskan siswa seratus persen. Sekolah yang hebat.

Meluluskan siswa dengan cara tipu-tipu sama halnya dengan membunuh masa depan siswa itu sendiri. Siswa yang belum mampu dilepas ke dunia kerja atau melanjutkan studi ke perguruan tinggi dipaksakan untuk terus melangkah, meski otaknya lemah, bahkan bodoh.

Kita memberi profisiat kepada sekolah yang tetap menggunakan nuraninya untuk menentukan kelulusan siswa. Benar ya benar, salah ya salah, bodoh ya bodoh. Jangan bodoh menjadi pintar atau sebaliknya pintar menjadi bodoh. Jangan katrol siswa yang bodoh menjadi pintar hanya demi sebuah prestasi dan labelitas. Itu bohong dan penipuan. Prestasi yang semu.


Blog, Updated at: 2:39 PM

0 comments:

Post a Comment